Minggu, 04 Oktober 2015

Kebisuan yang merdu

Pada pagi di sebuah kota
Menari dalam selimut surya
Mendamba kasih nan jauh disana
Molek nian tiada tersapa jua

Jenuh tak berujung pasti
Jauh asa tak terbeli
Memangku rasa yang hakiki
Dalam jiwa yang sendiri

Bisu ini merdu
Ke-diam-an ini soal aku
Intuisi yang tak memiliki isyarat
Jiwa terkapar dalam riuh suasana

Lihat, dengar, rasakan...
Belenggu ini perlahan memudar
Seiring keyakinan pada pandita
Ah,
Rasakan saja...
Sekali lagi,
Semuanya hanya isyarat
Menunggumu mencari arti
Hingga aku dan kamu bersua di beranda yang sama,
Suatu hari nanti,
Ya, nanti...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar