Menahan rindu dalam kebisuan
Enggan bercengkrama via udara
Sepotong kenangan yang mencair
Tentang sebuah sudut di selatan Jakarta
Suasana pasar dini hari
Cakue-pun terbeli untuk camilan
Tak lupa tuk icipinya
Indah...
Oh maksudku, enak...
Bukankah kita berteduh pada langit yang sama?
Namun resah oleh rindu yang berbeda
Sesekali, terbingkai raut mu yang ramah
Seketika itu pula dadaku sesak
Bukan apa
Hanya soal ruang yang tidak dekat
Dan soal waktu yang belum lama
Lainnya, soal hatimu
Ikatan batas yang begitu kerdil tak serta merta menciutkan nyali untuk menyapamu
Meraba dalam warna
Memeluk dalam doa
Lupakan soal Pulau Pelarian
Ini hanya terlalu pagi,
Atau malam yang terlalu larut
Lalu aku merindu
Untuk sebuah kisah yang jauh
Untuk seorang teman dari Pulau Pelarian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar