Minggu, 06 Desember 2015

Pada apa

Selalu,
Dan tiba-tiba...
Resah melulu
Hingga bercak menjadi warna
Utuh,
Menggenapi ruang cemburu
Menebar prasangka
Menyayat relung tanpa ampun

Jika sampai waktunya hamba
Menyudahi mimpi tuk menari menggoda bidadari
Biarkan kaki ini berhenti dengan sendirinya
Berputar pada latar yang hamba gelar terlalu dini

Menari hamba dalam kiasan hujan
Basah oleh sisi yang membenci senandung tanpa nada anggun
Benci pada hamba yang hambar
Pada hamba yang hanya mampu hinggap sebatas punggung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar