Selasa, 02 September 2014

malam kepada angin

Untuk yang tak pernah kumulai dan akhiri...
Sebagai wanita, aku merasa pantas untuk menangis.
Sebagai wanita, aku pun merasa pantas diindahkan.
Dan sebagai lelaki, seharusnya kamu tegas, sayang...
Kamu memulai saat aku mencoba mengakhiri...
Kamu datang saat aku mencoba untuk pergi... dari kisah sebelum kamu.

Jelas senyummu menyapa namun seolah tak inginkan balasan.

Menerima, lalu melepaskan...
Bukan lagi hal baru bagiku.
Akupun mencoba menjelaskan padamu mengapa malam setia menunggu angin, sedang ia tau angin tetaplah angin.
Membawa segala galanya terbang.
Kemudian menjatuhkan segala galanya saat ia berpindah arah...
Sketch by: Pipit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar