Hai, angin..
Hai, apa kabar September?
Apa kabar daftar belanja itu?
Apa kabar rencana berenang di hari sabtu?
Apa kabar Jogja di libur semester?
Apa kabar?
Apa kabar...
Lama. Sekian kali malam mencoba menjamah, memeluk angin dalam riang. Namun malam hanyalah malam, dan angin akan selamanya angin. Ya, aku dan kamu. Aku malam, dan kamu angin. Pantai mempertemukan. Namun pantai hanyalah pantai, tak dapat pula memperasatukan.
Lihatlah lihat...
Bukankah seharusnya ini bulan yang menyenangkan untuk kita? Oh, atau hanya untukku??
Hitungan jam beranjak pada hari, begitupun merambah pada hitungan minggu. Oh yaaaa, hanya hitungan minggu. Lalu apa yang ku khawatirkan? Bagaimana bisa malam menunggu angin berhari hari bahkan berminggu minggu? Sedangkan angin berjanji pada malam untuk tak pernah melewatkannya..
Lalu, bagaimana pantai menjelaskan pada ombak yang menanti kemesraan disela memudarnya bulan oleh matahari, antara malam dan angin...
Oh, bangunlah...
Singkat, ini hanyalah sebuah rindu..
Untukmu, angin...
Dariku, malam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar